Sabtu, 30 April 2022

Peluang Cryptocurrency Sebagai Alat Pembayaran, Bisakah Dipakai untuk Belanja di Indonesia?

Meski eksis sejak awal 2010-an, popularitas cryptocurrency baru menanjak signifikan dalam kurun waktu 3-4 tahun terakhir. Fenomena tersebut dibarengi dengan percepatan digitalisasi, bertambahnya pengguna internet, serta aplikasi yang mendukung transaksi cryptocurrency. Maka, bukan hal yang mengejutkan bila cryptocurrency Indonesia sudah akrab di telinga masyarakat dan mulai digali untuk mengoptimalkan fungsi.


Sayangnya, keberadaan cryptocurrency masih memicu pro-kontra di Indonesia. Pasalnya, cara kerja dan salah satu fungsinya sebagai alat pembayaran berbenturan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di Tanah Air.


Cryptocurrency  dan aturan mata uang di Indonesia


Berdasarkan pasal 1 ayat (1) dalam Undang-undang No. 7 tahun 11 tentang Mata Uang, mata uang merupakan uang yang diterbitkan NKRI yang lantas dikenal sebagai rupiah. Dalam pasal 21 juga disebutkan, rupiah wajib digunakan dalam transaksi, baik yang sifatnya offline maupun online. Dengan kata lain, pembayaran yang dilakukan dengan mata uang selain rupiah dianggap tak sah.


Aturan lain yang menyinggung penggunaan mata uang di Indonesia adalah Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (electronic money). Disebutkan bahwa mata uang elektronik dapat dipakai sebagai alat pembayaran apabila memenuhi syarat, yakni diedarkan sesuai jumlah uang yang disetor dalam bentuk rupiah. Hal ini berbanding terbalik dengan cara kerja cryptocurrency yang dihasilkan melalui mining, sehingga tak memenuhi syarat sebagai alat pembayaran di Indonesia.


Meski begitu, pemerintah tak bisa memandang sebelah mata perkembangan cryptocurrency di Indonesia. Bukan tidak mungkin mata uang tersebut bisa Anda pakai untuk belanja di masa depan setelah menerima sejumlah pembaruan sistem.


Melihat perkembangan penggunaan cryptocurrency yang semakin pesat, pemerintah pun menerbitkan beberapa aturan baru untuk mengatur peredaran dan pemakaiannya. Salah satunya Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) No. 7 tahun 2020 tentang hukum cryptocurrency sebagai aset yang diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.


Fungsi lain cryptocurrency yang dapat dijalankan di Indonesia


Meski belum bisa digunakan sebagai alat pembayaran sah di Indonesia, masih ada fungsi lain cryptocurrency yang dapat Anda maksimalkan untuk mendapatkan profit: investasi.


Di awal kepopulerannya, tak butuh waktu lama bagi cryptocurrency untuk menjadi instrumen investasi yang diandalkan pemula maupun profesional. Bahkan tak sedikit orang yang ‘mendadak kaya’ setelah mereka berinvestasi dengan mata uang tersebut. Pada saat itu, Bitcoin menjadi salah satu aset kripto yang diincar banyak orang karena keuntungannya yang menjanjikan.


Hanya saja, Anda perlu mengantisipasi kategori investasi cryptocurrency,  yakni high risk seperti saham. Jadi, pastikan Anda memilih jenis mata uang kripto sesuai bujet dan kemampuan. Penggunaan aplikasi terpercaya seperti Nanovest juga bakal membantu Anda berinvestasi dengan cara yang praktis dan aman.