Minggu, 16 Januari 2022

Intip Jenis-Jenis Aset Digital yang Ada di Indonesia

Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia dan termasuk di Indonesia pada awal tahun 2020 lalu, tanpa disadari menyadarkan banyak orang mengenai pentingnya memiliki sebuah sumber penghasilan tambahan ketika sumber penghasilan utamanya mengalami gangguan. Iya, musibah pandemi yang melanda seluruh dunia tersebut menyebabkan krisis ekonomi hampir di setiap negara dan banyak perusahaan juga yang terpaksa harus memotong gaji karyawannya agar kondisi keuangan perusahaan tetap stabil dan kegiatan bisnis pun dapat tetap berjalan. Bahkan tidak sedikit juga perusahaan yang harus mengurangi jumlah karyawannya, guna mempertahankan kondisi keuangan perusahaan. Melihat hal ini, banyak orang yang tidak siap ketika sumber penghasilan utama mereka mengalami gangguan dan akhirnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Tetapi, dengan adanya pademi tersebut, kini sudah semakin banyak masyarakat yang paham dan mengerti akan pentingnya memiliki sumber penghasilan tambahan atau passive income. Jadi, ketika sumber penghasilan utama tersendat atau mengalami gangguan, masih ada passive income yang bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan untungnya, saat ini kita hidup di zaman yang telah mempermudah kita untuk menghasilkan passive income. Trading adalah aktivitas jual beli aset digital yang dilakukan guna  mendapatkan keuntungan, dan trading bisa dilakukan melalui smartphone. Trading juga merupakan aktivitas yang bisa menghasilkan passive income. Ingin mengetahui jenis aset digital apa saja yang dapat ditradingkan? Simak artikel ini!

Saham

Saham adalah bukti kepemilikan atas nilai suatu perusahaan terhadap seseorang yang menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Saham juga merupakan aset digital yang telah mengalami evolusi. Iya, mungkin di zaman orang tua kita dulu ketika ingin membeli saham harus bertransaksi melalui telepon. Tetapi saat ini dengan semakin modernnya teknologi, untuk melakukan transaksi saham bisa hanya dengan melalui smartphone. Tidak hanya cara bertransaksi yang berubah, melainkan bukti kepemilikan saham pun ikut berubah. Di zaman orang tua kita, bukti kepemilikan saham adalah sertifikat fisik yang cukup besar. Tetapi saat ini, bukti kepemilikan saham hanyalah dalam bentuk surat elektronik saja.

Crypto

Jenis aset digital selanjutnya yang selama beberapa tahun kebelakang ini cukup sering menjadi perbincangan adalah crypto. Secara garis besar, crypto adalah mata uang digital yang hanya bisa digunakan sebagai alat transaksi di dalam internet saja, dan tidak bisa digunakan untuk transaksi di dunia nyata. Crypto pun menjadi populer karena bisa menawarkan hasil keuntungan yang tinggi. Tetapi yang harus digaris bawahi adalah aset digital yang mampu menawarkan keuntungan yang tinggi pastinya memiliki risiko yang tinggi juga, begitu pun dengan crypto. Crypto adalah jenis aset digital yang memiliki karakteristik high risk high return.

NFT

Dan aset digital yang terakhir dan tidak kalah populer dengan kedua aset digital sebelumnya, meskipun jenis aset digital ini masih terbilang pendatang baru adalah NFT atau Non Fungible Token. Secara singkat, NFT adalah representasi yang mewakili kepemilikan dari aset fisik ke aset digital. Aset-aset digital seperti foto, gambar, video, logo, meme, serta animasi gif dapat dijadikan hak milik melalui NFT. Menarik bukan?


Dan jika kamu tertarik untuk mendapatkan NFT Indonesia, kamu bisa mengunjungi platform NFT marketplace, dan salah satu platform NFT marketplace buatan anak Indonesia adalah Kolektibel.


Jadi, itulah 3 jenis aset digital yang saat ini sedang cukup populer di Indonesia. Kamu sendiri sudah memiliki jenis aset digital yang mana? Dan jika kamu ingin mengoleksi aset NFT Indonesia untuk pertama kali, jangan lupa untuk mengunjungi NFT marketplace Kolektibel, ya!