Jumat, 08 Oktober 2021

Pantau Usia Kehamilan Anda melalui Sehatq.com

Kehamilan seorang wanita merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan yang telah menikah. Tak hanya pasangan tersebut yang menunggu, bahkan para keluarga dari kedua belah pihak sangat menantikan hal itu terjadi. Ada yang setelah beberapa bulan menikah, wanita langsung hamil, namun ada juga yang perlu waktu bertahun-tahun untuk hamil.

 

Oleh karena itu, bagi setiap wanita sangat penting untuk mengetahui waktu masa suburnya agar saat melalukan hubungan intim terjadi pembuahan yang sempurna sehingga memiliki kesempatan besar terjadinya kehamilan.

 

Pada umumnya wanita memiliki masa subur yaitu 2-5 hati sebelum ovulasi. Wanita perlu mengetahui waktu ovulasi terjadi merupakan hal yang penting karena saat itu rahim melepaskan sel telur, dan itu harus segera dibuahi oleh sperma dalam kurun waktu 12 hingga 24 jam. Maka pertemuan antara sel telur dan sel sperma pada waktu yang tepat sangat memiliki peluang besar untuk menghasilkan kehamilan.

 

Setelah terjadi kehamilan, calon ibu juga sebaiknya harus paham cara menghitung usia kandungan. Tidak hanya bidan, dokter dan perawat yang perlu paham tentang hal ini, karena dengan calon ibu mengetahui kehamilan sejak dini dapat mempersiapkan segalanya ketika melahirkan. Berikut ini beberapa manfaat mengetahuj kehamilan sejak dini :

 

1. Memperhatikan perkembangan janin

2. Dapat memperkirakan kapan akan melahirkan

3. Membuat jadwal untuk pemeriksaan trisemester kehamilan pertama

4. Mempersiapkan diri dan memperkirakan segala resiko yang akan terjadi setelah proses persalinan.

 

Untuk menghitung usia kehamilan dapat dilakukan dengan metode kalkulator kehamilan. Berikut ini beberapa metode untuk menghitung usia kehamilan seorang calon ibu.

 

1. Berdasarkan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir)


Menghitung usia kehamilan dengan berdasarkan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) merupakan cara yang paling sederhana. Usia kehamilan dihitung berdasarkan  dari saat pembuahan hingga bayi lahir. Hitungan kehamilan dengan metode seperti ini memperkirakan pembuahan terjadi di hari ke -14 saat dalam siklus haid.


Penerapan cara menghitung seperti ini, calon harus mengetahui kapan hari pertama haid terakhirnya. Metode ini lebih dianjurkan untuk calon ibu yang mempunyai siklus haid teratur yaitu 28 hari. Selain itu perhitungan HPHT ini dapat diakses melalui sehatq.com, hal ini akan mempermudah calon ibu hamil untuk mengetahui usia kehamilan, cukup dengan mengingat dan memasukkan tanggal kapan hari pertama haid terakhir.


2. Perhitungan berdasarkan Hasil USG


Selain dengan metode HPHT, usia kehamilan juga dapat diketahui berdasarkan hasil USG atau  ultrasonografi. Metode ini di bantu dengan dokter kandungan yang akan membacakan hasil USG.

 

Dengan USG selain untuk mengetahui usia kehamilan tetapi juga dapat digunakan untuk melihat dan memantau perkembangan janin dalam kandungan, guna mempersiapkan proses melahirkan. Ada dua metode pemeriksaan USG yaitu sebagai berikut :

 

1. Saat masa awal kehamilan menggunakan alat yang dimasukkan dalam alat vital (vagina) calon ibu. Ini disebut dengan Transvaginal.


2. Saat usia di trisemester kehamilan lanjutan, metode ini menggunakan alat yang ditempelkan di perut, disebut dengan Transabdominal.

 

Dari metode periksaan USG,  calon ibu akan mendapat penjelasan dari dokter kandungan  yang detail. Dengan hasil USG dokter  kandungan dapat menghitung diameter kantong kehamilan pada saat  kehamilan kurang dari  6 minggu.  Saat kehamilan memasuki usia 7- 14 minggu, perkembangan  janin dapat dikhitung, mulai dari panjang janin dari kepala hingga bokong. Jika usia kehamilan memasuki di atas 14 minggu maka dokter akan menghitung lingkar kepala janin.

 

Itulah beberapa metode untuk menghitung usia kehamilan. Dengan adanya berbagai metode tersebut calon ibu dapat lebih  mempersiapkan diri dan lebih bisa memperhatikan perkembangan baik guna proses lahiran yang lancar.