Jumat, 16 April 2021

Memahami PPH 21 Pegawai Magang dan Rumus Perhitungannya

Status pekerjaan seseorang tentu saja sangatlah berpengaruh terhadap kewajiban mereka untuk membayar pajak. Baik itu bagi mereka yang sudah terdaftar sebagai pegawai tetap maupun pegawai tidak tetap atau pegawai magang. Perbedaan ini terkait bagaimana ketentuan pembayaran pajak yang digunakan serta beberapa aspek lainnya seperti cara perhitungan pajak.

 

Berbicara mengenai pegawai tidak tetap atau pegawai magang, tentu Anda harus tahu bagaimana perpajakannya. Apalagi bila Anda adalah seorang yang memberi pekerjaan ataupun staf pajak perusahaan. Dalam hal ini, maka Anda harus tahu cara menghitung PPh 21 bagi pegawai magang supaya tidak salah membayarkan gajinya.

 

PPH 21 Pegawai Magang

Penjelasan Mengenai  PPH 21 Pegawai Magang dan Aspek Perpajakannya

 

Pegawai tidak tetap maupun yang disebut sebagai pegawai magang, berdasarkan PPH 21 Pegawai Magang tentunya tidak menerima pendapatan seperti pegawai tetap  Mereka akan menerima gaji bila bekerja berdasar berapa hari kerja, jumlah unit pekerjaan yang didapat atau bidang pekerjaan, atau dan lain sebagainya.

 

Jika dilihat dari ketentuan pajaknya, memang perolehannya berbeda antara pegawai tetap dan yang magang. Namun aspek perpajakannya tetaplah sama, yakni mengacu pada PPh Pasal 21.

 

Mengenal PPh 21

 

PPh 21 merupakan jenis pajak yang diberikan berdasarkan pendapat kerja yang bisa diberikan dalam bentuk tertentu. Misalnya saja diberikan berupa gaji, perolehan tunjangan, serta berbagai jenis pembayaran yang masih punya hubungan dengan jabatan atau jasa yang dilakukan seseorang. Namun dalam PPH 21 Pegawai Magang, terdapat ketentuan sendiri seperti hanya diberlakukan untuk pegawai dengan penghasilan lebih dari Rp 450.000,- per harinya.

 

Berbagai Ketentuan Khusus PPh 21 Pegawai Magang

 

1. Tidak diberlakukan pemotongan pendapatan terkait PPh Pasal 21, bila penghasilannya dalam 1 hari kurang dari Rp 300.000,-.

2. Diberlakukan pemotongan pendapatan  PPh Pasal 21, bila penghasilannya dalam sehari 1 di atas Rp 450.000,- dan jumlahnya bisa dikurangi dari pendapatan bruto pegawai tersebut.

3. Apabila pegawai magang mendapat pendapatan kumulatif selama 1 bulan kalender dan jumlahnya lebih dari Rp 4.500.000,-.  Yang mana berdasarkan jumlah yang dimaksud, pendapatan bisa dikurangi dari pendapatan bruto.

4. Memiliki rata rata penghasilan 1 hari, 1 minggu, maupun imbalan borongan sesuai hari kerja yang dilakukan.

 

PTKP bisa dibilang merupakan jumlah hari kerja yang dilakukan sebenarnya. PTKP dalam 21 hari dijadikan sebagai dasar untuk penetapan PTKP yang sebenarnya, yakni PTKP 1 tahun sebesar Rp 54.000.000,- lalu dibagi dengan 360 hari selama setahun.

 

Apabila ternyata pegawai magang ikut dalam program jaminan maupun tunjangan untuk hari tua, berarti iuran atas hasil pembayaran secara mandiri bisa dikurang dari pendapatan bruto-nya.

 

Tidak Berlakunya Ketentuan Penghasilan Tidak Terkena Pajak

 

Ada beberapa ketentuan dalam penghasilan yang tidak dikenakan potongan pajak terkait PPH 21 Pegawai Magang, yakni apabila terjadi berikut

 

1. Memiliki pendapatan kotor yang totalnya hingga di atas Rp 4.500.000,- dalam 1 bulan kerja.

2. Yang dimaksud dengan penghasilan di sini ialah pembayaran pendapatan secara bulanan.

3. Pendapatan yang berupa honorarium sebagai hasil komisi untuk pekerja tertentu seperti penjaja barang maupun pekerja dinas luar asuransi.

 

Contoh Perhitungan PPh 21 Terkait Pegawai

 

Berikut ini ada contoh perhitungan PPh 21 yang ditujukan bagi pegawai magang, tidak tetap atau lepas harian.

 

Dito adalah seorang pekerja yang masih berstatus lajang atau belum menikah. Diketahui pada bulan Januari 2020, ia kerja menjadi seorang tenaga atau pekerja harian di PT. A. Melalui pekerjaan tersebut, Dito mendapatkan sejumlah uang untuk upah kerja sebesar Rp 125.000,- per unit barang yang bisa diselesaikannya.

 

Misalkan saja dalam 1 hari ia berhasil mengerjakan 4 buah barang. Maka dalam 1 minggu atau jika ia memiliki 6 hari kerja, maka Dito berhasil menyelesaikan pekerjaan sebanyak 24 televisi. Dengan total imbalan yang didapat yaitu sebesar Rp 3.000.000,-. Cara untuk menghitung PPH 21 Pegawai Magang adalah sebagai berikut.

 

Imbalan per hari ; Rp 3.000.000,- : 6 = Rp 500.000,-

Imbalan di atas Rp 450.000,- : Rp 500.000,- - Rp 450.000,- = Rp 50.000,-

PPh 21 terutang ; 6 x (5 % x Rp 50.000,-) = Rp 15.000,-

 

Berdasarkan PPH 21 Pegawai Magang di atas, maka pegawai magang hanya akan mendapatkan penghasilan atas jumlah hari ia bekerja maupun berdasarkan jumlah unit yang bisa diselesaikannya.