Minggu, 20 Desember 2020

Deskripsi, Penyebab dan Diagnosa Penyakit GERD Menurut SehatQ.com

Bagi Anda yang menderita penyakit GERD atau ingin mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit GERD, maka artikel ini solusinya. Artikel ini akan membahas mengenai deskripsi singkat, penyebab dan diagnosa dari penyakit GERD.

 

GERD Direktori Penyakit

Deskripsi GERD

 

GERD merupakan singkatan dari Gsatroesophageal Reflux Disease. Penyakit ini diakibatan karena kondisi penderita mengalami kembali naiknya asam lambung ke esofagus/kerongkongan. Kondisi ini biasa ditandai dengan rasa terbakar atau panas dalam dada, sakit dada serta diiringi adanya iritasi pada kerongkongan penderita.

 

Penderita GERD yang berbaring setalh makan akan memperburuk kondisi penderita. Baiknya bagi penderita, setelah makan diajurkan untuk duduk atau berdiri karena gravitasi akan membantu untuk mencegah terjadinya isi perut yang kembali naik ke esophagus.

 

Penyakit ini juga dapat kambuh setelah beberapa saat penderita makan. Jika jumlah dan tingkat keasaman makanan yang terdapat pada lambung lebih tinggi maka otot katup/sfingter lambung tidak dapat bekerja secara maksimal.

 

Cara untuk mengatasi penyakit ini yaitu dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup atau lift style, mengkonsumsi obat-obatan dan cara terkahir jika tidak ada perbaikan yaitu dengan cara melakukan operasi.

 

Penyebab GERD

 

GERD dapat disebabkan karena tida bisa menutup dengan sempurna katup di bagian bawah kerongkongan. Katup ini merupakan katub yang satu arah dan biasanya akan terbuka ketika Anda menelan makanan maupun minuman, dan pada keadaan normal katub ini akan tertutup kembali.

 

Ketika katup mengalami masalah atau tidak berfungsi secara normal maka katup tidak akan menutup kembali. Akibatnya asam lambung akan kembali naik ke esofagus/lambung.

 

Sampai saat ini pemicu dari melemahnya atau rusaknya katup esifagus belum diketahui secara pasti. Namun beberapa pakar menganalisis dan menduga bahwa ada beberapa faktor penyebab yang memperparah kondisi tersebut. Penyebab GERD, antara lain:

 

1.     Konsumsi makanan dan minuman tertentu seperti kopi, cokelat, makanan berlemak, pedas dan berminyak, mengkonsumsi buah atau jus buah yang asam, minuman bersoda, rokok, alcohol dan lain sebagainya.

2.     Menggunakan obat-obatan dari golongan tertentu yang memicu terjadinya asam lambung yang kembali naik. Contohnya yaitu obat dari golongan antikolinergik, anthistamin, antidepresan, nitrat, beta adrenergik hingga calcium-channel blocker

3.   Terjadinya perubahan hormone tubuh. Perubahan hormone progresteron maupun esterogen dalam tubuh dapat menyebabkan adanya kemungkinan terjadinya GERD. Kondisi-kondisi ini umumnya ditemukan pada perempuan selama kehamilan karena adanya peningkatan hormone progesgteron. Selain itu pemberian terapi pengganti hormon estrogen pada perempuan menopause juga menjadi penyebab GERD lainnya.

4.   Mengalami gangguan tertentu seperti hernia hiatus dan memiliki sfingter esofagus bagian bawah yang pendek yaitu kurang dari 3 cm. Gangguan ini mengingkatkan risiko terkena penyakit GERD.

5.       Gangguan kecemasan dapat memperparah gejala GERD menurut sebuah penelitian.

6.    Faktor risiko lainnya seperti obesitas (berat badan berlebih), kehamilan dan penyakit paru seperti PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik).

 

Pada bayi penyakit GERD dapat timbul akibat dari otot sfingter yang dimilikinya belum tumbuh secara sempurna. Hal ini berarti penyakit GERD bisa sembuh dengan sendirinya seiring bertambah usia dari bayi tersebut. Penyakit ini perlu diwaspadai ketika bayi Anda tak kunjung sembuh setelah serusia satu tahun.


Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda semua dan dapat menjadi sumber literature untuk menambah wawasan seputar GERD.


Informasi lengkap seputar GERD dapat Anda akses melalui website sehatq.com. Dalam website tersebut Anda juga dapat mengakses informasi menyenai penyakit lain di direktori penyakit milik SehatQ.com